Bener lho... Percaya diri itu bikin kita enjoy menikmati hidup.
Bikin asyik menikmati tantangan dan rintangan. Percaya diri pun diyakini bisa
menempatkan kita sebagai orang yang bisa mengelola emosi.
Duileee
sampe segitunya ya?
Bener.
Sebab,
ketika kita memiliki rasa percaya diri, kita tahu apa yang kudu kita lakukan.
Kita bisa ngukur diri. Itu sebabnya, orang yang percaya dengan kemampuan dirinya,
biasanya bakalan rileks en tanpa beban dalam berbuat. Ini, tidak saja membawa
hasil maksimal, tapi juga antistres.
Nggak
percaya?
Silakan
dicoba…!
Sobat muda
muslim, percaya diri alias pede emang kudu ditumbuh-kembangkan dalam diri kita.
Kita rawat, kita bersihkan, kita poles dengan apik, dan kita sirami agar terus
bersemi. Insya Allah, itu akan membuat kita tak pernah merasa terbebani. Kita
akan menatap masa depan dengan
penuh semangat dan tentunya tak mudah goyah dengan berbagai godaan en rayuan.
Mulai dari rayuan pulau kelapa ampe rayuan gombal sekali pun. Nggak mudah
percaya ama rayuan.
Yakin
itu.!!!
Mungkin
sebagian teman kita sutris banget pas ada yang ngata-ngatain bahwa umat Islam
itu terbelakang en bodoh. Emang dalem banget en nyelekit pernyataan tersebut.
Terus karena kalah mental akhirnya doi nggak pede lagi jadi seorang muslim.
Jangan sampe tuh ngendon juga di jiwamu…!
Padahal,
cobalah kita berpikir lebih jernih. Sikap minder itu muncul justru karena kita
merasa rendah diri. Merasa kerdil di hadapan orang lain. Padahal sejatinya,
belum tentu orang lain lebih baik dari kita. Belum tentu pula kita lebih jelek
dihadapan mereka. Itu semua adalah sekadar nilai dan cara pandang aja.
Meski emang
kudu ada standar nilai dan standar cara pandang yang benar.
Tapi
terlepas dari salah-benar standar hidupnya, rasa percaya diri itu bisa menuntun
kita lebih bijak dalam bersikap. Coba aja pikirkan. Kalo ada pernyataan seperti
tadi, kamu jangan terpancing dan terbawa opini untuk ikut-ikutan merasa
terbelakang, hanya karena kita sebagai muslim. Lagian pernyataan itu kan nggak
sepenuhnya benar. Masih perlu diuji coba
dan di- buktikan argumentasinya dilapangan.
Tul nggak
seh?
Mungkin
benar pernyataan tersebut kalo fakta yang ditunjukinya adalah kaum muslimin
yang berada dalam kondisi miskin dan tingkat pendidikannya rendah. Tapi kan
masih ada kalangan muslim yang kaya dan jenjang pendidikannya lebih tinggi.
Nah, jadi
nggak perlu minder kan?
Bahkan jika
pernyataan itu memojokkan kita
sekali pun, bukan berarti kita pantas untuk minder en bersedih. Sebaliknya,
fakta itu kita jadikan sebagai bahan renungan untuk lebih memberikan perhatian
yang banyak kepada Islam dan umatnya. Tentunya, agar dikemudian hari kita lebih
terhormat.
Betul?
Jadi, nggak usah minder ya. Kita berjuang tanpa bosan, tanpa beban, dan tentunya tetap semangat. Buang jauh-jauh file minder van rendah diri
Jadi, nggak usah minder ya. Kita berjuang tanpa bosan, tanpa beban, dan tentunya tetap semangat. Buang jauh-jauh file minder van rendah diri
dari daftar file di direktori otak kita. Kita cerahkan masa depan hidup kita dengan rasa percaya diri. Apalagi, kita adalah pejuang Islam, nggak pantes deh kalo kita malah nggak pede. Malu banget tuh sama jenggot yang jumlahnya cuma lima lembar itu. Heheheh (apa hubungannya ya?).
Tetep cool ya…
Wuih……… cool?
Emang mainnya hobi yang dingin-dingan aja ya?
Kata teman saya sih, kalo kita cool berarti profesinya nggak jauh dari tukang reparasi kulkas?
Hihihi…. ngaco aja ah. You pasti udah understand-lah dengan istilah cool ini.
Wah, ternyata enak juga jadi remaja yang cool ya?
Oke deh, buat kamu yang belum pede en supaya tetep cool, kita ngasih beberapa tips nih supaya bisa pede. Secara umum tapi ye. Insya Allah tetap bermanfaat kok.
Pertama, mengenali diri sendiri.
Lho, emangnya ada yang masih belum kenal dengan dirinya sendiri?
Wah, jangan heran Bro, banyak diantara kita yang nggak ngeh dengan diri kita sendiri.
Caranya begini: Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar 'kekayaan' pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendu-
kung kemajuan diri. Kamu kudu nyadar dengan semua aset berharga yang kamu miliki. Terus, silahkan temukan pula aset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri kamu, seperti: pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain.
Kalo pengen lebih keren, bikin deh hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunity and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengem-bangan diri yang lebih realistik.
Coba ye….
Kedua, menilai diri sendiri dengan jujur.
Nah lho, jarang banget nih ada orang yang pandai menilai pribadinya dengan jujur. Mayoritas kalo udah bicara tentang dirinya, pasti GUE BANGET. Orang lain mah LEWAAAT.
Ih, jangan sampe begitu ya.
Sobat muda muslim, sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang kamu miliki. Ingat lho, bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi (perubahan) diri sejak dulu ampe sekarang. Kalo kamu mengabaikan /meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu kamu menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.
O ya, ati-ati lho, kerana ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik en
Berlebihan. Heuheuheu.. jangan ampe hinggap di dirimu deh!
Ketiga, berpikir positif.
Cobalah kamu perangi setiap asumsi, prasangka, atau persepsi negatif yang muncul dalam benak kamu. Kamu bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody's perfect dan it's okay if I made a mistake (duileee nih ngomongnya David Beckham banget).
Keempat, boleh deh pajang slogan-slogan oke.
Tempelin dekat meja belajarmu: “Saya pasti bisa!”, “Saya akan belajar dari kesalahan ini” “Hari esok milik saya”, “Islam pasti menang!”, “Aku ingin syahid”. Wis, pokoke sebanyak-banyak yang bisa menggugah semangatmu.
Kelima, berani ambil risiko.
Nah, ini juga perlu kamu kembangkan. Hidup ini selalu berubah sobat. Seringjkali bahkan kudu berani ngambil risiko. Kami nggak perlu menghindari setiap risiko, melainkan lebih meng- gunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi risiko tersebut.
Keenam, tetapkan tujuan yang realistis.
Nah, ini perlu sobat. Kamu perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang kamu tetapkan selama ini; apakah tujuan tersebut sudah realistik atau nggak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan kamu dalam mencapai tujuan tersebut.
Ketujuh, bersyukur dan tawakal.
Wajib deh buat kita semua untuk mensyukuri nikmat dari Allah. Kita kadang sulit menghadapi hidup ini, tapi pikiran dan perasaan kita jadi lebih tenang menghadapinya.
Islam bikin kita pede
Ada beberapa alasan yang sebenarnya bisa bikin kita pede dengan jadi muslim. Islam, agama kita, memiliki banyak kelebihan yang bisa dibanggakan. Dan tentunya bisa bikin pede dong. Jadi bener ya, kalo kita kenal dengan agama kita sendiri, dan tahu apa aja kelebihan-nya, insya Allah bikin pede.
Pertama, Islam mengajarkan bahwa tuhan kita adalah Allah.
Maha segalanya. Tuhan yang lain mah lewaat deh. Firman Allah Swt.: “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS al-Ikhlas [112]: 1-4)
Insya Allah ini juga bisa bikin kita pede. Kepada siapa lagi coba kita akan menyembah kecuali kepada Allah? Betul?
Kedua, Islam juga punya al-Quran.
Ini benar-benar the amazing book.Pedoman hidup kita dari masalah yang kecil ampe yang besar. Mulai soal bersuci sampe pemerintahan dan negara. Wuih, mana ada kitab lain yang bisa begitu? Wah bener-bener bikin pede dan membangga- kan banget.
Sampe-sampe W.E. Hocking berkomentar, “Oleh karena itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa al-Quran meng- andung banyak prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesunguh- nya dapat dikatakan, bahwa hingga pertengahan abad ke tigabelas, Islamlah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” (The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461).
Ketiga, kita punya nabi yang dikagumi orang sejagat.
Rasulullah saw. diakui oleh kawan dan lawannya.
Oke deh, paling nggak itu beberapa alasan kenapa kita kudu pede jadi remaja muslim. Yuk, kita sama-sama membangun rasa percaya diri dan mempertahankannya.Kita bisa mencoba mulai dari sekarang. Nggak perlu nunggu lama lagi. Apalagi, kita seba- gai remaja muslim dan juga pengemban dakwah. Kalo sampe nggak pede, aduh, malu atuh…….!
Sukses selalu sahabat…!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar